logo
Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

MENU
"99" TIME

PRESIDENT DIRECTOR

 


"99" CALL CENTRE

TELKOMSEL

085 220 220 120


INDOSAT

085 759 151 333


XL

087 821 333 789

"99" PIN BLACKBERRY

 

 

"99" BANK PAYMENT

 

No Rek:

13 0000 22 69 218

a / n

Muhammad Toni Darussalam

 


No Rek:

777 107 6 207

a / n

Muhammad Toni Darussalam

 

No Rek:

 076 10100 282 1503 

a / n

Muhammad Toni Darussalam

 


No Rek:

006 020 15 000 47 295

a / n

Muhammad Toni Darussalam

 

No Rek:

135vDWuDcLJYdM4dRw28dtghFLHY9tKptU

a / n

Muhammad Toni Darussalam


"99" FACE BOOK
"99" TWITTER
We are Supported By :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

____________________________

===============================

 

* Biarpun sederhana dalam Gaya, tetapi kaya dalam Karya.


* Hargailah musuhmu karena dia lebih tahu dimana letak kesalahanmu.


* Sesuatu yang kecil akan nampak besar bagi orang yang cita-citanya kecil, Sesuatu yang besar akan nampak kecil bagi orang yang cita-citanya besar.


* Kegagalan cinta karena cita-cita itu wajar, akan tetapi kegagalan cita-cita karena cinta itu kurang ajar.


* Hidup tanpa cita-cita adalah mati, cita-cita tanpa berusaha adalah mimpi.


* Orang sukses menganggap masalah sebagai batu loncatan, orang gagal menganggap masalah sebagai musibah.


* Ketabahan dan kajujuran adalah kebijakan terbaik di dalam mengemas kehidupan yang penuh makna dalam setiap peristiwa.


* Santai dalam penampilan, serius dalam pemikiran.


*Rasa percaya diri adalah kunci rahasia pertama dari sukses seseorang.


* Bicara itu ibarat warna sekuntum bunga, sedangkan diam itu adalah wewangiannya.


* Kegagalan hari ini bukan berarti gagal selamanya, cobalah melangkah dari satu kenyataan bahwa hidup adalah kesempatan.


* Jangan mencari lubang kemaksiatan, tapi carilah lubang kemaslahatan.


* Hari kemarin adalah kenangan, hari sekarang adalah kenyataan, dan hari esok adalah harapan.


* Jangan takut gagal sebelum mencoba, jangan takut jatuh sebelum melangkah, jangan tunda kesempatan yang ada, kesuksesan adalah milik kita yang selalu mencoba.


* Hidup ini bukanlah undian jangan harap untung besar kecuali dengan perjuangan.


* Maut bukanlah kehilangan terbasar dalam hidup, kehilangan terbesar adalah apa yang mati dalam sanubari sementara kita masih hidup.


* Hilangkanlah rasa gengsi selagi ada dalam jalur Mardhotillah.

 

* Takutlah kamu akan perbuatan dosa di saat sendirian, di saat inilah saksimu adalah juga hakimmu. (Ali bin Abi Thalib)

 

* Orang yang paling aku sukai adalah dia yang menunjukkan kesalahanku. (Umar bin Khattab)

 

* Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Aku mencari segala bentuk rezki, tapi tidak menemukan rezki yang lebih baik daripada sabar. (Umar bin Kattab)

 

* Tanda cinta kepada Allah adalah banyak mengingatNya, karena tidaklah engkau menyukai sesuatu kecuali engkau akan banyak mengingatnya. Ar Rabi’ bin Anas. (Jami’ al ulum wal Hikam, Ibnu Rajab)

 

* Aku tertawa (heran) kepada orang yang mengejar-ngejar (cinta) dunia padahal kematian terus mengincarnya, dan kepada orang yang melalaikan kematian padahal maut tak pernah lalai terhadapnya, dan kepada orang yang tertawa lebar sepenuh mulutnya padahal tidak tahu apakah Tuhannya ridha atau murka terhadapnya. Salman al Farisi (Az Zuhd, Imam Ahmad)

 

* Cintailah kekasihmu sekedarnya saja, siapa tahu suatu saat nanti akan jadi musuhmu. Dan bencilah musuhmu sekedarnya saja, siapa tahu suatu saat nanti akan jadi kekasihmu. (Ali bin Abi Thalib)


Wayang Golek

 

Pandawa Lima

 

Perkembangan wayang golek berasal atau dipengaruhi oleh latar belakang budaya yang berbeda. Walaupun demikian, wayang golek merupakan karya sastra lisan yang berkembang di Jawa Barat dan digemari oleh masyarakatnya. Perkembangan wayang golek yang terus dialami sampai sekarang selalu menyesuaikan dengan perkembangan jaman. Perkembangan wayang golek menurut Salmun dimulai oleh perkembangan wayang kulit pada jaman Erlangga berkuasa pada tahun 1050 M. Ketika itu, hanya berupa gambar manusia yang dilukis pada kulit dan penampilannya pun hanya diceritakan seperti dongeng. (Salmun, 1961:10-27)

 



Pada tahun 1583, Sunan Kudus membuat wayang golek, maksudnya dapat ditonton pada siang hari berkembang di Jawa Barat. Daerah yang pertama dimasuki adalah Cirebon, bahasa yang digunakanya pun masih Bahasa Jawa. Tema yang selalu ditampilkan adalah mengenai kisah-kisah Wong Agung Menak yang mempunyai nama-nama seperti Amir, Amir Mukminin, Jayadimuri, Jayangjurit, Jayenglaga, Jayengsatru, dll. Wayang tersebut dikenal dengan wayang cepak. Pada tahun 1808-1811 setelah ada jalan pos yang dibangun Daendels, wayang golek mulai masuk ke Priangan (Sopandi, 1984 : 70). Bahasa yang dipakai sudah bahasa Sunda, sehingga pada waktu itu mulai banyak dalang
dan masyarakat yang menggemari wayang golek, termasuk saya, maklum Anak Dalang he.. he..

 


Setelah Perang Dunia II di Jawa Barat ada wayang modern yang diciptakan oleh dalang R.U Partasuwanda. Perkembangannya dimulai pada jaman Jepang ketika itu orang sangat sulit untuk menyaksikan pertunjukan wayang golek karena pemerintah Jepang membuat larangan agar tidak ada pesta yang melewati pukul 24.00 sedangkan pertunjukan wayang golek memerlukan waktu yang cukup panjang. Banyak masyarakat yang mengajukan permintaan pada pemerintah Jepang agar wayang golek disiarkan melalui radio Jepang menerima permintaan tersebut. Dalang pertama yang menyanggupi mengisi acara tersebut adalah R.U. Partasuanda, tetapi waktu pertunjukannya pun hanya 3 jam. Dalam keadaan seperti itu, R.U. Partasuanda mencoba membuat wayang golek yang bisa dipentaskan selama 3 jam. Dengan diilhami oleh pertunjukan sandiwara, ia menciptakan wayang model baru yang kemudian dikenal dengan wayang modern dari dalang generasi R.U Partasuanda sampai pada tahun 1980-an wayang golek mengalami perkembangan yang sangat pesat terutama pada tahun1980-an setelah hadirnya Dalang Ade kosasih Sunarya(Alm) dan Asep Sunandar Sunarya. Wayang golek mulai mendapat tempat dimasyarakat hal ini dikarenakan kreatifitas mereka untuk bisa menarik masa. Eksistensi kedua dalang tersebut sampai saat ini masih mempengaruhi perkembangan wayang golek di Jawa Barat karena keduanya selalu beradaptasi terhadap apresiasi masyarakat.

 



Kata wayang golek terdiri dari dua kata, yaitu wayang dan golek. Karena itu tentu masing-masing kata tersebut mempunyai arti tersendiri, walaupun apabila kedua pengertian dari masing-masing kata tersebut disatukan akan menjadi satu pengertian. Untuk itu dalam pengertian wayang golek ini akan diuraikan melalui masing-masing kata.

 



Mulyono (1982 : 11) membuat batasan wayang berdasarkan pengertian dari bahasa Jawa. Wayang berarti bayangan, wayang berasal dari wa-yang, yang artinya tidak stabil, tidak tenang, terbang, bergerak kian kemari. Awalan wa- berfungsi sebagai pembentuk kata benda. Dalam bahasa modern awalan wa- ini tidak mempunyai fungsi. Wayang berarti bergerak kian kemari, tidak tetap, sayup-sayup (bagai substansi bayang-bayang). Sopandi mengatakan wayang berasal dari kata Wa dan Hyang, wa artinya wadah dan hyang artinya roh, jadi wayang berarti tempat para mahluk halus; malah menurutnya ada juga yang memberikan batasan bahwa wayang ialah berasal dari kata bayang atau bayang-bayang sehingga pada akhirnya, ia beranggapan bahwa wayang disini dapat diartikan sebagai bayangan roh (1978:1)

 


Selanjutnya ialah kata wayang golek. Berdasarkan Kamus Umum Bahasa Sunda yang diterbitkan LBSS, golek berasal dari Bahasa Jawa yang artinya boneka. Dalam kata wayang golek, golek tersebut artinya wayang berupa boneka yang terbuat dari kayu (Kamus LBSS, 1981 : 151). Dengan demikian golek dapat diartikan sebuah boneka yang terbuat dari kayu.

 



Wayang golek menurut Clara (1987 : 4) ialah pertunjukan wayang yang menggunakan boneka kayu tiga matra yang berbusana tanpa menggunakan kelir. Apabila kedua pengertian tadi disatukan maka dapat disimpulkan bahwa wayang golek berarti bayangan roh yang dapat bergerak dengan dinamis yang digambarkan dengan boneka yang terbuat dari kayu.

 

 


Salam SUKSES & BERKAH selalu. Amiin.

M. Toni Darussalam, SPS., MA.

Copyright 2018 "99" Management Indonesia All Rights Reserved